Minggu, 29 April 2018

Pengertian Puasa

0 komentar

Pengertian Puasa Dan Macam-Macam Puasa TerlengkapBy bobsusantoPosted on August 11, 2015


Pengertian Puasa Dan Macam-Macam Puasa Terlengkap – Semua umat Islam yang sudah baligh wajib melaksanakan puasa. Nah pada kesempatan ini, seputarpengetahuan.com akan membahas tentang arti puasa dan macam-macamnya. Tentu kita yang beragama Islam sudah tahu secara garis besar tentang puasa, yakni menahan diri ntuk tidak makan dan minum dari waktu yang telah ditentukan atau seharian penuh. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Puasa

Secara bahasa, puasa atau shaum dalam bahasa Arabnya berarti menahan diri dari segala sesuatu. Jadi, puasa itu ialah menahan diri dari segala perkara seperti makanan, minuman, berbicara, menahan nafsu dan syahwat, dls. Sedangkan secara istilah, puasa yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa yang dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Dalam Al-qur’an surat Al-Baqoroh ayat 187 menerangkan tentang kewajiban berpuasa.
Macam-macam Puasa

Ada beberapa macam puasa, antara lain:
Puasa wajib yang terdiri dari: puasa ramadhan, nadzar dan kafarat.
Puasa sunnah yang terdiri dari: puasa senin kamis, muharam, syawal, arofah dls.
Puasa makruh yang terdiri dari puasa yang dikhususkan pada hari jumat dan sabtu.
Puasa haram yang terdiri dari puasa hari raya idul fitri dan hari raya idul adha serta puasa sepanjang tahu.
Puasa Wajib

Puasa ramadhan. Yakni puasa sebulan penuh dibulan ramdhan yang hukumnya wajib bagi setiap umat muslim yang sudah baligh. Kewajiban melaksanakan puasa dibulan ramadhan terdapat dalam Qur’an surat Al-baqoroh ayat 183.

Puasa nadzar. Merupakan puasa yang disebabkan karena sebuah janji, nadzar secara bahasa adalah janji. Sehingga puasa yang dinadzarkan hukumnya wajib.


Puasa kafarat atau kifarat. Yakni puasa yang dilakukan untuk menggantikan dam atau denda atas pelanggaran yang hukumnya wajib. Puasa ini ditunaikan dikarenakan perbuatan dosa, sehingga bertujuan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan. Adapun macam-macam puasa kafarat antara lain : kafarat karena melanggar sumpah atas nama Allah, kafarat dalam melakukan ibadah haji, kafarat karena berjima’ atau berhubungan badan suami istri di bulan ramadhan, membunuh tanpa sengaja, membunuh binatang saat sedang ihram.
Puasa Sunnah

Puasa sunnah senin kamis. Rasulullah telah memerintah umatnya untuk senantiasa berpuasa di hari senin dan kamis, karena pada hari senin merupakan hari kelahiran beliau dan kamis adalah hari pertama kali Al-Qur’an diturunkan. Dan pada hari senin kamis juga, amal perbuatan manusia diperiksa, sehingga beliau menginginkan ketka diperiksa, beliau dalam keadaan berpuasa.


Puasa sunnah syawal. Puasa enam hari dibulan syawal atau setelah bulan ramadhan. Bisa dilakukan secara berurutan dimulai dari hari kedua syawal atau dilakukan secara tidak berurutan. Rasulullah bersabda yang artinya: “Keutamaan puasa ramadhan yang diiringi dengan puasa syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).

Puasa muharrom. Yakni puasa pada bulan Muharram dan yang paling utama ialah pada hari ke 10 bulan muharram yakni assyuro’. Puasa ini memiliki keutamaan dan yang paling utama setelah puasa ramadhan.

Puasa arofah. Yakni puasa pada hari ke-9 Dzuhijjah, dimana keistimewaannya ialah akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu & dosa-dosa di tahun yang akan datang (HR. Muslim). Dosa-dosa yang dimaksud ialah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa besar hanya bisa diampuni dengan jalan bertaubat atau taubatan nasuha.

Puasa di bulan Sya’ban. Pada bulan sya’ban ini, segala amal akan diangkat kepada Rabb sehingga diperintahkan untuk memperbanyak puasa.

Puasa daud. Yakni puasa yang dilakukan nabi daud dan caranya yaitu sehari puasa dan sehari tidak atau dengan cara selalng seling dan puasa ini sangat disukai Allah SWT.
Puasa Makruh

Jika melakukan puasa pada hari jumat atau sabtu, dengan niat dikhususkan atau disengaja maka hukumnya makruh kecuali bermaksud atau berniat mengqodho puasa ramadhan, puasa karena nadzar ataupun kifarat.


Puasa Haram

Hari Raya Idul Fitri. Yang jatuh pada tanggal 1 Syawal yang ditetapkan sebagai hari raya umat muslim. Pada hari ini, puasa diharamkan karena hari ini merupakan hari kemenangan karena telah berpuasa sebulan penuh dibulan ramadhan.

Hari Raya Idul Adha. Pada tanggal 10 Dzulhijjah merupakan hari raya qurban dan hari raya kedua bagi umat muslim. Berpuasa pada hari ini diharamkan.

Hari Tasyrik. Jatuh pada tanggal 11, 12 & 13 Dzulhijjah.

Puasa setiap hari atau sepanjang tahun dan selamanya.

Nah itulah sekilas pembahasan mengenai Pengertian Puasa Dan Macam-Macam Puasa Terlengkap, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Sekian terimakasih 🙂

Pengertian Taharah

0 komentar
Taharah menurut bahasa berarti bersih, suci, / bersuci.  Menurut istilah, Taharah adalah membersihkan diri dari najis dan hadas yang ditentukan oleh syariat Islam. Orang-orang yang suci adalah orang yang membersihkan dirinya dari segala najis, hadas, dan kotoran.
Tanpa taharah ibadah seseorang akan sia-sia. Setiap orang yang hendak melakukan shalat dan tawaf diwajibkan dulu untuk bertaharah, seperti berwudhu, tayamum, atau mandi. Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
“Allah tidak menerima shalat yang tidak dengan bersuci” ( H.R. An Nasa’i )
Allah SWT juga berfirman yang artinya:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri” ( Q.S. Al-Baqarah : 222 )
Secara garis besar, bersuci dibagi menjadi dua macam, yaitu bersuci dari najis dan hadas. Adapun dilihat dari sifat dan pembagiannya, bersuci dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu:
  1. Bersuci batiniah, yaitu membersihkan jiwa dari kotoran bathin berupa dosa dan perbuatan maksiat, seperti syirik, takabur, dan ria. Cara membersihkannya dengan cara bertobat dan tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut.
  2. Bersuci lahiriah, yaitu membersihkan badan, tempat tinggal, dan lingkungan dari segala bentuk kotoran atau najis.  Bersuci lahiriah meliputi kegiatan bersuci dari najis dan bersuci dari hadas.
  • Bersuci dari hadas adalah berusaha membersihkan segala bentuk kotoran yang melekat pada badan atau tempat yang didiami. Kotoran yang melekat pada tubuh harus dibersihkan sampai hilangnya rasa, bau, warna, dan wujudnya.
  • Bersuci dari hadas adalah menghilangkan atau membersihkan hadas dengan cara berwudhu atau mandi.

Hadas kecil dapat disucikan dengan cara berwudhu
Macam-macam alat Taharah
Alat atau benda yang dapat digunakan untuk bersuci dalam Islam ada dua macam, yaitu benda padat dan benda cair.
  1. Benda padat  yang dimaksud adalah batu, pecahan genting, batu merah, kertas, daun, dan kayu. Semua benda tersebut harus dalam keadaan bersih dan tidak terpakai. Islam melarang benda-benda tersebut apabila masih keadaan terpakai.
  2. Benda cair yang boleh digunakan untuk bersuci adalah air. Air ada yang boleh untuk bersuci, ada pula yang tidak boleh atau tidak sah untuk bersuci.
Macam-macam air
Air yang dapat digunakan dalam taharah bermacam-macam, diantaranya adalah :
  1. Air Mutlak, yaitu air yang suci dan menyucikan yaitu air yang halal diminum dan sah digunakan untuk bersuci. Air suci dan menyucikan tersebut antara lain; air sumur, air sungai, air laut, air hujan, air embun, air salju, air mata air. Air-air tersebut dapat digunakan selama semuanya belum berubah, baik warna, bau, maupun rasa.
  2. Air suci tetapi tidak menyucikan, yaitu air yang halal untuk diminum tetapi tidak sah untuk bersuci, contohnya air kelapa, air kopi, air teh, dan air yang dikeluarkan dari pepohonan.
  3. Air Musyammas, yaitu air yang dipakai bersuci seperti air yang terjemur atau terkena panas matahari dalam bejana, selain bejana emas atau perak. Hukum memakai air tersebut adalah makruh.
  4. Air Mustakmal, yaitu air yang telah digunakan untuk bersuci. Air ini haram digunakan untuk bersuci walaupun tidak berubah warnanya.
  5. Air Mutanajis, yaitu air yang terkena najis tidak halal diminum dan tidak sah untuk bersuci. Ketagori air mutanajis adalah :
  • Air yang sudah berubah warna, bau, dan rasanya karena terkena benda najis.
  • Air yang belum berubah warna, bau, dan rasanya karena terkena najis tetapi jumlah air tersebut sedikit (kurang dari dua kulah).
Pembagian Najis dan cara Menyucikannya
  1. Najis Mukhaffafah ( Najis ringan),Najis ringan adalah najis yang berasal dari air kencing bayi laki-laki kurang 2 tahun yang belum makan apa-apa, kecuali air susu ibunya. Cara menyucikan najis ini cukup dengan memercikkan air pada benda yang terkena najis. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya:“Siapa saja yang terkena air kencing anak perempuan harus dicuci, sedangkan jika terkena air kencing anak laki-laki cukup dengan memercikkan air padanya.” (H.R. Abu Dawud dan Nasa’i)
  2. Najis Mutawassitah ( Najis Sedang ),Najis sedang adalah semua najis yang tidak termasuk dua macam najis ( Mukhaffafah dan Mughallazah). Najis mutawassitah ada dua yaitu:
    • Najis Mutawassitah hukmiah adalah najis yang diyakini adanya, tetapi tidak ada bau, rasa, ataupun wujudnya, seperti air kencing yang sudah kering. Cara mnyucikannya cukup disiram dengan air di atasnya.
    • Najis Mutawassitah ‘ainiah adalah najis yang masih ada wujud, bau maupun rasa. Cara menyucikannya dengan dibasuh sampai hilang wujud, bau, maupun rasanya, kecuali jika wujud itu sangat sulit dihilangkan.
  3. Najis Mughallazah ( Najis Berat ),Najis berat adalahsuatumateri (benda) yang kenajisannya ditetepkan bedasarkan dalil yang pasti (qat’i). Najis yang termasuk dalam kelompok ini adalah najis yang berasal dari anjing dan babi. Cara menyucikan najis ini adalah menghilangkan terlebih dahulu wujud najis tersebut, kemudian dicuci dengan air bersih sebanyak tujuh kali dan salah satunya tercampur dengan tanah. Rasulullah Saw. bersabda : “Cara memnyucikan bejana seseorang di antara kamu apabila dijilat dengan anjing hendaklah dibasuh tujuh kali dan salah satunya hendaklah dicampur dengan tanah.” (H.R. Muslim)

Solat Sunah Tarawih

0 komentar
Tarawih bererti ‘istirehat’ manakala solat Tarawih pula bermaksud solat yang merehatkan. Dalam melaksanakannya, disunatkan duduk sebentar selepas salam sambil memperbanyak zikir pada setiap rakaat keempat dan dikerjakan dalam keadaan tenang, tenteram dan tidak tergesa-gesa menyelesaikannya.
Solat Tarawih adalah sunat muakkad yang boleh dilakukan secara berjemaah atau sendirian sama ada di rumah atau masjid pada malam-malam bulan Ramadan, di antara waktu selepas solat Isyak hingga ke sebelum fajar.
Rasulullah SAW. bersabda; Allah SWT. menetapkan kewajipan puasa kepada kamu dan disunatkan kepada kamu solat pada malam harinya. Sesiapa berpuasa pada siang hari dan melakukan solat pada malam harinya kerana iman dan mengharapkan keredaan-Nya maka ia kelak bersih dari dosa-dosanya seperti seorang bayi yang dilahirkan ibunya”.
Solat Tarawih boleh dilaksanakan dengan setiap dua rakaat satu salam, sekurang-kurang 4 kali dan disambungkan dengan solat Witir tiga rakaat atau boleh juga dilakukan 2 kali empat rakaat berdasarkan hadis daripada Aisyah yang berkata: “Rasulullah SAW tidak pernah mendirikan solat malam melebihi 11 rakaat, baik pada Ramadhan mahupun bulan lainnya, beliau mendirikan empat rakaat yang sangat panjang, kemudian empat rakaat lagi yang panjang, selepas itu solat tiga rakaat.” (Riwayat Bukhari).
.
.

TUJUAN

  1. Solat Tarawih adalah ibadah untuk menghidupkan malam Ramadan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Menggunakannya untuk menghafal kembali surah al-Quran.
  3. Mengharapkan kerahmatan dan keampunan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang melakukan solat malam pada Ramadhan kerana keimanan dan mengharapkan keredaan dan keampunan Allah semata-mata, maka diampunkan segala dosanya yang lalu.”  Riwayat al-Bukhari dan Muslim.
.
.

BACAAN SURAH

  1. Sebaik-baik surah yang dibaca selepas al-Fatihah pada solat Tarawih ialah satu juzuk daripada al-Quran pada setiap malam seperti kelaziman seseorang yang hafaz al-Quran (al-Hafiz).
  2. Kebanyakan orang biasanya adalah dengan membaca surah-surah lazim:
     
3.  Bermula malam ke 16, boleh juga dibaca mulai daripada surah al-Lail pada rakaat pertama sehingga surah al-Masad, iaitu 20 surah bagi 20 rakaat solat Tarawih.
.
.

CARA MELAKUKAN SOLAT

.
Cara melakukan solat Tarawih sama seperti solat sunat yang lain. Solat Tarawih dilaksanakan setiap dua rakaat satu salam, ini berlandaskan kepada hadis: “Solat malam (solat Tarawih) adalah dua rakaat, dua rakaat.” (Riwayat Jamaah)
.
1.  Niat:
.
2.  Bacaan Selawat, Tasbih dan Doa Solat Tarawih
Setelah selesai melakukan solat fardu dan solat sunat Ba’diah Isyak, maka bolehlah dimulakan Solat Tarawih dengan bacaan-bacaan berikut.

 
 

.
F.  Baca doa berikut selepas selesai rakaat ke 8 atau ke 20, iaitu rakaat terakhir solat Tarawih.
.
Doa Selepas Solat Sunat Tarawih
Maksud Erti Doa Selepas Solat Sunat Tarawih
.
Doa Tambahan Selepas Solat Sunat Tarawih 1
.
Doa Tambahan 10 Malam Terakhir Solat Sunat Tarawih
.

G.   SOLAT SUNAT WITIR

.
A.   Setelah selesai Solat Tarawih, sebelum meneruskan solat sunat Witir. Bilal akan menyeru:
Lakukanlah solat Witir, mudah-mudahan Allah memberi pahala kepada kamu!
.
Disambut jama’ah dengan lafaz;
Bersolatlah. Tiada Tuhan melainkanAllah.
.
.

B.   Cara Melaksanalam 2 Rakaat Pertama

1.  Lafaz niatnya pada setiap dua rakaat pertama:
* Sekiranya solat sendirian, tinggalkan perkataan di dalam kurungan;
Daku solat sunat Witir dua raka’at kerana Allah Ta’ala.
.
.
2.  Bacaan selepas Fatihah:
             Raka’at pertama: Surah Al-A’laa
             Raka’at kedua: Surah  Al-Kafiruun
.
.

C.  Selawat Selingan

.
  1. Sesudah salam, Bilal membacakan selawat;
 Ya Allah! Kurniailah kesejahteraan ke atas junjungan kami, kekasih kami dan  pemimpin kami Muhammad SAW.
.
      2,  Jama’ah menyambut dengan ucapan;
Ya Allah! Berilah kesejahteraan dan keselamatan ke atasnya (Muhammad SAW).
.
.

D.  Cara Melaksanakan Satu Rakaat Terakhir

.
  1. Jama’ah terus berdiri untuk mengerjakan satu lagi raka’at Witir. Lafaz niat pada satu rakaat terakhir:
Daku solat sunat Witir satu raka’at kerana Allah Ta’ala.

 .

.
2.  Pada raka’at terakhir, selepas Fatihah, dibaca 3 surah berikut;
    1.  Al-Ikhlas,
    2. Al-Falaq dan
    3. An-Naas.
.
.

E.  Berdoa Qunut

Bermula malam 16 Ramadhan, disunatkan membaca Doa Qunut selepas berdiri tegak dari rukuk, iaitu belum melakukan sujud pertama.
.
.

F.  Berdoa  

  1. Selesai mengerjakan Solat Witir disunatkan mengucapkan tasbih sebelum berdoa:
.
.
2.   Boleh dibaca doa-doa berikut:
.
.

Peringatan

*Lafaz niat di atas boleh digunakan untuk semua orang. Jika menjadi imam atau makmum, pilih salah satu perkataan tersebut dari dalam kurungan.  Jika solat berseorangan perkataan di dalam kurungan tidak perlu dibaca.
*Penentuan sesuatu surah seperti yang disebutkan itu hanyalah untuk memudahkan kita mengingati bilangan rakyat sahaja dan kerana itu seseorang boleh membaca mana-mana surah atau ayat yang diingatnya.
*Begitu juga tentang peraturan berselawat antara rakaat-rakaat solat sunat tarawih kerana tujuannya adalah untuk menambahkan lagi ibadat pada bulan yang mulia ini.